Senin, 03 Desember 2012

RINGKASAN PERENCANAAN DAN PEMODELAN TRANSPORTASI


Perencanaan transportasi adalah suatu perencanaan terkait prasarana transportasi seperti jalan, terminal, pelabuhan, pengaturan serta sarana untuk mendukung sistem transportasi yang efisien, aman dan lancar serta berwawasan lingkungan.
Tujuan Dasar Perencanaan transportasi adalah untuk memperkirakan jumlah dan lokasi kebutuhan akan transportasi (jumlah perjalanan, baik untuk angkutan umum ataupun angkutan pribadi) pada masa yang akan datang (tahun rencana) untuk kepentingan kebijaksanaan investasi perencanaan transportasi shg efektif, efisien & ekonomis. Prosesnya, diawali dengan identifikasi awal mengapa perencanaan diperlukan, dilanjutkan dengan pengumpulan informasi mengenai pola perjalanan melalui survai asal tujuan beserta pengumpulan data sekunder, modelling dan dilanjutkan dengan membuat perkiraan permintaan dimasa yang akan datang. Selanjutnya dirumuskan kebijakan untuk menghadapi masa yang akan datang dan sebagai tahapan terakhir adalah penyusunan rumusan rencana yang akan dikembangkan pada masa yang akan datang beserta jadwal waktunya.
Peranan transportasi umumnya ditinjau dari berbagai sektor,antara lain: 1).-Peranan ekonomi: memperluas jangkauan kegiatan ekonomi, -alternatif SDA yang lebih bermutu dan murah, -sistem produksi dan distribusi lebih terkoordinir, dll.
2)Peranan sosial: -memungkinkan manusia hidup menetap dan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, -menambah variasi kegiatan, -memperluas skala pergaulan, dll.
3)Peranan politik: -membantu pemerintah mendapat/memberikan informasi keseluruh wilayah lebih cepat dan efisien, -pelaksanaan hukum dan sistem peradilan yang merata, -koordinasi militer dan keamanan lebih terjamin, dll.
4)Peranan kewilayahan: -pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, -fungsi pemindahan keseluruh wilayah, >Aktif : sebagai infrastruktur/generating factor/trade follow the ships, >Pasif : sebagai servicing factor/ faktor penunjang/ships follow the trade. 4)Peranan lingkungan: -polusi (udara, suara, tanah, air, getaran/vibrasi), -konsumsi energi, konsumsi lahan, estetika, dll.
Proses perencanaan konvensional & dg pelibtn partsipasi msyrkat.

Pentingnya perencanaan transportasi : Tujuannya untuk mengatasi masalah yg ad, melayani kebuthun secra optiml, mencgah maslh yg akn terjadi, memprsiapkn solusi permasalahn yg akan terjadi pda masa depan, memaksimalkn daya n dana yg diperlukn agar diperolh hasil dan daya guna yg maksimal. Kenapa pertumbuhn & perkmbngan transportasi membutuhkn perencanaan transportasi (menurut overgard): -untuk tujuan yg lbh baik d masa dpan, -memprtimbngkn keterbtsan sumbr daya, -menydri adanya kendala&limitasi, -menuju efisiensi&efektifitas. Konsep-konsep perencanaan :
-    Perencanaan transportasi adalah suatu proses mulai dari definisi masalah hingga analisis dan evaluasi.
-    Perencanaan transportasi menaksir peluang, batasan sumber daya untuk mengantisipasi masa depan.
-    Perencanaan transportasi hendaknya mempunyai perspektif jangka pendek (kebutuhan yang mendesak mengenai sistem transportasi) dan jangka panjang (memperhitungkan aktifitas berkesinambungan).
-    Evaluasi alternatif pilihan secara langsung dihubungkan dengan tujuan dasar perencanaan.
-    Para pengambil keputusan (Decision Taker) selalu harus mempertahankan syarat mobilitas, aksesibilitas dan memperluas/memodifikasi sistem transportasi yang ada.
Hubungan TGL dg transportasi : Tata guna lahan adalah (tata=pengaturan)sebuah pemanfaatan lahan dan penataan lahan yang dilakukan sesuai dengan kodisi eksisting alam. Transportsi mnjd penghubung atar guna lahan. Bila terjd peningktn kegiatn pd guna lahan, mka demand pd transportasi akn meningkt jg. PApabila sistem tansportasi bermaslh/ tertutup maka akn trjd kemcetn. Model adalah penyederhanaan representasi dunia nyata yang dapat digunakan untuk menganalisis konsekuensi atau dampak dari suatu strategi atau kebijakan. Model digunakan karena prediksi dapat dilakukan lebih cepat, murah dan beresiko rendah dibandingkan implementasi dan monitoring secara langsung di lapangan. Tiga hubungan diidentifikasi di dalam tiga variabel tersebut :
1.  Polla arus di dalam sistem transportasi dtentkn o/ sistem transportasi(T)& sistem  (A).
2.  Pola arus (F) berdampak thp prubhn di dlm sistem(A) melalui pola pelayanan transportasi yg tersedia dan melalui sumber” daya yg dignakn di dlm penydian pelayanan tsb.
3.  Pola arus (F) mempengaruhi permintaaan thdp sistem transportasi (T) sebagai respon baik terhadap arus yang ada maupun arus yang akan terjadi, dimana pihak swasta/industri/pengusaha dan pemerintah akan mengembangkan pelayanan transportasi yang baru atau memperbaiki pelayanan transportasi eksisting.
6 konsep keterkaitan guna lahan dg transportasi :
1. Aksesibilitas (Accessibility)
2. Bangkitan Perjalanan (Trip Generation)
3. Distribusi Perjalanan (Trip Distribution)
4. Pemilihan Moda (Modal Split/choice)
5. Pembebanan Lalu lintas (Traffic Asignment)
6. Teori Arus (kapasitas, volume, kepadatan, kerapatan)
SOAL 1
Ada dua gaya berlawanan yang mempengaruhi pembentukan dan perubahan pemanfaatan ruang, yaitu : 
Gaya sentrifugal, mendorong kegiatan berpindah dari kawasan (pusat kota) ke wilayah pinggiran. Ada lima gaya yang bekerja dalam hal ini, yaitu :
- Gaya ruang, akibat meningkatnya kemacetan;
- Gaya tapak, kerugian akibat pusat kota terlalu intensif;
- Gaya situasional, akibat jarak bangunan dan alinemen fungsional yang tidak memuaskan;
- Gaya evolusi sosial, akibat tingginya nilai lahan, pajak, dan keterbatasan berkembang;
- Status dan organisasi hunian, akibat bentuk fungsional yang kedaluaersa, pola yang mengkristal, dan fasilitas transportasi yang tidak memuaskan.
Gaya sentripetal, bekerja menahan fungsi-fungsi tertentu di suatu kawasan (pusat kota) dan menarik fungsi lainnya ke dalamnya. Gaya ini terjadi karena sejumlah kualitas daya tarik kawasan (pusat kota), yaitu :
- Daya tarik (fisik) tapak, biasanya kualitas lansekap alami, 
- Kenyamanan fungsional, merupakan hasil dari adanya aksesibilitas maksimum terhadap wilayah metropolitan dan sekitarnya, 
- Daya tarik fungsional, yaitu konsentrasi satu fungsi di pusat kota yang bekerja sebagai magnet kuat yang menarik fungsi lainnya, 
- Gengsi fungsional, yaitu berkembangnya reputasi (misalnya suatu jalan atau lokasi) akibat adanya fungsi tertentu (restoran, toko, dll)

Struktur kota, bentuk kota erat kaitannya dengan:
-Potensi: yg memunculkan
-Kendala: halanganyg bs diatasi
-Limitasi kota : pembatasan, halangan yg tdk bisa diatasi, contoh:jalur hijau
    Pertambahan penduduk
    Pembentukan kota lebih ditentukan oleh masyarakat
    Limitasi kemampuan pemerintah
    Kendala sumber daya yang dihadapi masyarakat
    Peran serta masyarakat dalam memperbaiki kualitas kota
    Standard pelayanan kota (isu affordability, cost recovery,  equity, …)
    Perencanaan kota tdk dpt dibuat/dilaksanakan dg lancar
    Limitasi kapasitas institusi untuk implementasi program (technical skill, management capacity, konflik kepentingan)
    Limitasi dalam melaksanakan peraturan
    Pentingnya inkrementalisme (misal dlm pembangunan fisik kota)
    Situasi agenda dan proses politik
    Konflik sosial antara kaum tradisionalis dengan modernis
    Kompleksitas hubungan sosial
    Konflik kepentingan pemukim tetap dengan yang  sementara
    Kegiatan publik yang tidak teratur
    Pertumbuhan kota yang tidak teratur/tidak terencana
    Harga tanah yang melonjak
    Bangunan berkepadatan tinggi/berteknologi  maju/pencakar langit
    Peningkatan jumlah dan jenis kendaraan
    Perusakan lansekap
    Penduduk yang tidak bertempat tinggal 
    Keberadaan penduduk miskin
    Meningkatnya masalah lingkungan 

Ramalan transportasi merupakan metode perencanaan transportasi empat tahap suatu pendekatan perencanaan transportasi klasik yang melalui empat tahapan perencanaan, dimulai dengan bangkitan perjalanan, distribusi perjalanan, pilihan moda dan pembebanan jaringan. Perencanaan ini didasarkan guna lahan daerah studi, yang dibagi dalam zona analisis lalu lintas.
Bangkitan perjalanan adalah langkah pertama dalam perencanaan transportasi empat tahap (dikuti oleh distribusi perjalanan, pilihan moda dan pembebanan jaringan), digunakan dalam memperkirakan jumlah perjalanan yang berasal atau bertujuan di suatu zona dalam analisis lalu lintas. Fokus utama dalam analisis bangkitan perjalanan adalah dipemukiman, dan bahwa bangkitan perjalanan adalah fungsi dari kegiatan sosial, ekonomi keluarga. Pada tingkat zona analisis lalu lintas, tata guna lahan akan menghasilkan atau membangkitkan perjalanan. Zone juga merupakan tujuan perjalanan, menarik perjalanan. Analisis dari tarikan perjalanan difokuskan kepada tata guna lahan yang bukan pemukiman.

Distribusi perjalanan adalah salah satu langkah dalam perencanaan transportasi empat tahap (Four step transport planning) yang berkaitan dengan distribusi jumlah perjalanan (trip) antara satu zona dengan zona lain. Model gravitasi dalam distribusi perjalanan: Model gravitasi sederhana &Model gravitasi yang dikembangkan

Pilihan moda adalah tahap ketiga dari perencanaan transportasi empat tahap merupakan analisis terhadap pilihan moda dalam melakukan perjalanan, apakah menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, menggunakan kendaraan pribadi bisa dengan berjalan kaki, bersepeda, sepeda motor atau mobil sedang angkutan umum bisa becak, taxi, bus atau kereta api.
Pembebanan perjalanan atau disebut juga pembebanan lalu lintas adalah tahapan terakir dari perencanaan transportasi empat tahap yang merupakan pilihan rute yang dipilih dalam melakukan perjalanan dari satu zona ke zona lainnya. Rute yang dipilih adalah rute yang ditempuh dengan waktu yang paling cepat atau biaya yang paling murah.
Zona analisis lalu lintas adalah satu unit geografi yang digunakan dalam pemodelan perencanaan transportasi. Ukuran zona bervariariasi, untuk perangkat lunak perencanaan perkotaan digunakan zona yang mencakup 3000 orang penduduk. Semakin kecil zonanya semakin teliti hasil pemodelan, sepanjang data yang dikumpulkan melalui sampling mempunyai ketelitian yang tinggi. Zona dibentuk dengan berbagai pertimbangan berikut:
- Penatagunaan tanah yang seragam,
- Penduduk yang tinggal dalam zona, zona dipusat kota lebih kecil dibanding dengan zona dipinggiran kota,
- Dilalui oleh jalan utama,
- Tidak harus menggunakan batas administrasi (kelurahan/RW atau RT) sebagai batas zona
-    1.Trip Generation; Prediksi frekuensi bangkitan atau tarikan pergerakan berdasarkan land use, demografi, dan factor sosial-ekonomi lainnya
-    2.Trip Distribution : Membuat pasangan antara sumber dan tujuan pergerakan, seringkali dengan menggunakan Gravity Model.
-    3.Modal Choice / Split : Menghitung proporsi pergerakan pada tiap pasangan sumber dan tujuan pergerakan, dengan menggunakan sarana transportasi tertentu.
-    4.Route / Traffic Assignment : Menentukan rute yang ditempuh oleh tiap moda transportasi pada tiap-tiap pasangan sumber dan tujuan pergerakan.

Metode Uniform
Bentuk Umum:
Tid = tid * E
Metode Average
Tid = tid * (Ei+Ed)/2
Metode Detroit
Tid = tid * (EixEd)/E
Metode Furnes
Tid = tid * (Eid)



2 komentar:

  1. wih keren loh isinya,,, salam kenal ya,,, saya dari lampung,,, ketut swandana
    nih blog ku www.infoswandana.blogspot.com atau di website www.swandana.com

    BalasHapus